Peran Koperasi Dalam Era Globalisasi
Peran Koperasi dan Tantangan yang dihadapi dalam Era Globalisasi
Tidak dapat dipungkuri, bahwa masyarakat diberbagai
belahan dunia atau Negara sebagai
represntasi institusional secara keseluruhan, telah memasuki suatu medan
globalisasi yang dicirikan salah satunya melalui perdagangan bebas. Sistem-sistem
perekonomian tertutup arau strategi domestik perekonomian nasional menurut
Hirst dan Thompson bisa jadi memang tidak relevan, setidaknya jika dilihat
bahwa tidak ada satu Negara pun di dunia saat ini berdiri sendiri dan tidak
terimbas oleh alur perubahan serta perkembangan situasi ekonomi kontemporer
koperasi di Era Globalisasi.
Keberadaan beberapa koperasi telah dirasakan peran
dan manfaatnya bagi masyarakat, walaupun derajat dan intensitasnyaberbeda. Setidaknya
terdapat tiga tingkat bentuk eksistensi koperasi bagi masyarakat (PSB-IPB,
1999):
1.
Koperasi dipandang
sebagai lembaga yang menjalankan suatu kegiatan usaha tertentu dan kegiatan
usaha tersebut diperlukan oleh masyarakat. Kegiatan usaha dimaksud dapat berupa
pelayanan kebutuhan keuangan dan perkreditan atau kegiatan pemasaran atau
kegiatan lain. Pada tingkat ini biasanya koperasi menyediakan pelayanan
kegiatan usaha yang tidak diberikan oleh lembaga usaha lainatau lembaga usaha
lain tidak dapat melaksanakannya akibat adanya hambatan peraturan.
Peran koperasi ini juga terjadi jika pelanggan
memang tidak memiliki aksebilitas pada pelayanan dari bentuk lembaga lain. Hal ini
dapat dilihat pada peran beberapa koperasi kredit dalam menyediakan dana yang relatif
mudah bagi anggotanya dibandingkan dengan prosedur yang harus ditempuh untuk
memperoleh dana dari bank. Juga dapat dilihat pada beberapa daerah yang dimana
aspek geografis menjadi kendala bagi masyarakat untuk menikmati pelayanan dari
lembaga selian koperasi yang berada diwilayahnya.
2.
Koperasi telah
menjadi alternatif bagi lembaga usaha lain. Padaa kondisi ini masyarakat telah
merasakan bahwa manfaat dan peran koperasi lebih baik dibandingkan dengan lembaga
lain. Keterlibatan anggota (atau juga bukan) dengan koperasi adalah karena
pertimbangan rasional yang melihat koperasi mampu memberikan pelayanan yang
lebih baik. Koperasi yang telah berada pada kondisi ini dinilai berada pada ‘tingkat’
yang lebih tinggi dilihat dari perannya bagi masyarakat. Beberapa KUD untuk
beberapa kegiatan usaha tertentu diidentifikasikan mampu memberi manfaat dan
peran yang memang lebih baik dibandingkan dengan usaha lain, demikian pula
dengan koerasi kredit.
3.
Koperasi menjadi
organisasi yang dimiliki oleh anggotanya. Rasa memiliki ini dinilai telah
menjadi faktor utama yang menyebabkan koperasi mampu bertahan pada berbagai
kondisi sulit, yaitu dengan mengandalkan loyalitas anggota dan kesediaan
anggota untuk bersama-sama koperasi menghadapi kesulitan tersebut, koperasi
mahasiswa misalnya. Dengan adanya rasa memiliki yang tinggi dan loyalitas
anggota yang solid akan mewujudkan sebuah koperasi mahasiswa yang kuat, baik
dalam menghadapi masalah-masalah keanggotaan maupun masalah-masalah yang lain. Selain
itu sebagai ilustrasi, saat kondisi perbankan menjadi tidak menentu dengan
tingkat bunga yang sangat tinggi, loyalitas anggota kopdit membuat anggota
tersebut tidak memindahkan dana yang ada di koperasi ke bank. Pertimbangannya adalah
bahwa keterikatan dengan kopdit telah berjalan lama, telah diketahui kemampuannya
melayani, merupakan organisasi ‘milik’ anggota dan ketidak pastian dari daya
tarik bunga bank.
Berdasarkan
ketiga kondisi diatas maka wujud peran yang diharapkan sebenarnya adalah agar
koperasi dapat menjadi organisasi milik anggota sekaligus mampu menjadi alternatif
yang lebih baik dibandingkan dengan lembaga lain.
Tantangan yang dihadapi koperasi adalah sebagai
berikut:
a
Akses terhadap
informasi pasar dan teknologi masih relatif rendah
Khususnya
dalam penerapan sistem administrasi dan keuangan yang masih tertinggal
jauhsehingga sulit bersaing dengan pengusaha lainnya. Kurangnya pendidikan
tentang pemanfaatan teknologi dalam pemasaran maupun pengembangan koperasi
dibidang lainnya, akan menyebabkan koperasi sulit berkembang apalagi untuk
bersaing dalam era globalisasi saat ini.
b
Akses terhadap
sumber permodalan masih rendah
Berdasarkan
pengamatan dan penelitian pada kenyataanya beberapa koperasi yang lebih
mengandalkan modal sendiri. Mereka cukup puas dengan modal yang dipupuk
sendiri, walaupun sebenarnya membutuhkan tambahan modal dari pihak luar.
c
Kapasitas sumber
daya manusia masih rendah
Faktor
budaya menjadi salah satu kendala rendahnya tinggkat pendidikan formal
masyarakat juga tidak memberi kesempatan terlalu banyak aktif dalam
berorganisasi. Hal itu menyebabkan mereka banyak yang menjadi tenaga paruh
waktu dalam koperasi. Dengan terbatasnya kapasitas sumberdaya manusia akan
berpengaruh pula dengan akses informal pasar dan teknologi. Sehingga mengakibatkan
koperasi kalah bersaing dengan pelaku usaha yang lain.
d
Keberadaan koperasi
belum cukup dikenal apalagi mengakar kalangan masyarakat
Belum
dikenalnya keberadaan koperasi dikalangan masyarakat merupakan masalah besar
yang menjadi salah satu penyebab sulitnya koperasi berkembang di Indonesia. Berdasarkan
pengamatan terhadap beberapa kelompok masyarakat ternyata sebgaian daripada
mereka tidak tahu akan keberadaan peran koperasi sebagai organisasi ekonomi
yang dapat memberikan bantuan dalam berbagai aspek perekonomian. Ada sebagian
kelompok lain yang takut ikut berorganisasi karena mereka menduga bahwa
keikutsertaan harus membayar sejumlah uang.
Manajemen strategi yang disiapkan koperasi dalam menghadapi Era Globalisasi
Pemberlakuan ACFTA pada tahun 2015 lalu merupakan
pengintegrasian secara ekonomi 10 negara di ASEAN. Semua aturan mengenai investasi
berlaku sama bagi 10 negara ASEAN. Oleh karena itu, koperasi harus mempunyai
strategi dalam menghadapi persainagan global :
1. Strategi pertama
yaitu, pertumbuhan yang cepat. Penambahan jumlah karyawan maupun unit bisnis
sambil mempertahankan bauran produk dari jangkauan pasar. Tindakan yang
demikian itu akan mengubah ukuran koperasi dari pada ruang lingkupnya.
2. Strategi kedua
yaitu, perubahan bauran produk. Bauran produk yang dirubah senantiasa berdampak
pada operasi koperasi di Indonesia juga strategi pemasaran dan penjualan dimana
penambahan produk dapat dilakukan seperti dengan akuisisi.
3. Strategi ketiga
yaitu, perubahan jangkauan pasar. Fokus pasar dirubah pada bauran produk yang
sama sehingga menjamah pasar internasional atau jangkauan geografis meluas dan
menemukan konsumen sasaran yang baru.
4.
Strategi keempat
tidak lain repositioning. Repositioning bertujuan mengubah persepsi konsumen
dan atau calon konsumen akan koperasi.
5. Strategi kelima adalah diversivikasi. Diversivikasi dalam
kenyataannya mencangkup juga penambahan produk dan perluasan pasar yang
berhubungan dengan bisnis inti maupun bukan bisnis inti.
6. Yang terakhir
adalah strategi partnering. Kerjasama antara koperasi untuk menciptakan suatu
keunggulan bersaing.
Peluang koperasi dalam menghadapi
globalisasi
1.
Tingginya komitmen
dan dukungan politik masyarakat, Pemerintah Daerah dan Lembaga Legislatif
terhadap pembangunan ekonomi rakyat sebagai pelaku utama dalam perekonomian
nasional dan domestik merupakan titik terang dalam perkembangan koperasi saat
ini.
2.
Prospek kemajuan
terbukan lebar karena krisis ekonomi yang telah pulih akibat krisis
berkepanjangan. Pemerintah perlu menciptakan kesadaran masyarakat unruk ikut
membangun perekonomian Indonesia melalui usaha kecil menengah dan koperasi.
3.
Stabilitas politik
dan keamanan yang relatif aman dan terjaga diharapkan dapat meningkatkan daya
beli dan keanekaragaman pola permintaan masyarakat.
4.
Jumlah penduduk
yang sangat besar, berarti pasar dalam negeri akan berkembang lebih besar
sehingga memberi peluang untuk menumbuhkan pasar nasional.
5.
Pemerintah telah
menetapkan arah pembangunan dengan penekanan pada pendidikan yang diharapkan
semakin link and match dengan tantangan persaingan tenaga kerja dan penciptaan
wirausaha baru.
6.
Globalisasi mendorong
kerja sama regional dan internasional yang pada gilirannya dapat dimanfaatkan
untuk memperkuat kemampuan koperasi.
7.
Pemanfaatan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberi peluang kepada koperasi
untuk meningkatkan kinerjanya. Dengan perkembangan teknologi informasi, layanan
internet mudah diakses kemana-mana. Hal itu membuka peluang bagi koperasi untuk
mendapatkan informasi tentang peluang pasar. Juga bisa dimanfaatkan untuk
mempromosikan produknya melalui internet.
Contoh Jurnal







Komentar
Posting Komentar