Air Permukaan dan Air Tanah
Ada
dua sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budi daya perikanan
yaituair tanah dan air permukaam. Air permukaan adalah air yang mengalir maupun
yang tergenang di permukaan bumi seperti air sungai, danau, waduk dan rawa. Sedangkan
air tanah adalah air yang terdapat dan bergerak di dalam ruang-ruang antara
butir-butir tanah. Mata air adalah air tanah dalm bentuk rembesan keluar dengan
sendirinya dari lereng-lereng dan umbul ke permukaan tanah yang datar.
Volume air permukaan berkorelasi
dengan curah hujan. Karena itu, kenyamanan dan keberhasilan budidaya perairan
melalui penggunaan air permukaan dipengaruhi oleh musim. Banyaknya sediaan
(stok) dan kehilangan air dipengaruhi oleh ada tidaknya kebocoran pada wadah
alami, porositas tanah dan evaporasi, suhu dan kelembaban relative setiap
lokasi.kolam-kolam DAS (danau dan waduk) mungkin memiliki volume penyimpanan
air yang besar yang cukup untuk budidaya keramba dan kegiatan bududaya
lainnyaaa, akan tetapi kualitas air kolas DAS sangat dipengaruhi oleh
pemanfaatan lahan (land use) sekitarnya. DAS yang didominasi oleh perkebunan
mengandung padatan terlarut anorganik akibat erosi dan pencemaran kimia oleh
penggunaan pupuk dan pestisida. Apabila terdapat kegiatan peternakan yang luas,
maka kontaminasi dengan mikroba sangat menonjol.
Air
tanah biasanya dianggap sebagai sumber air yang paling baik untuk kegiatan
budidaya perikaan sebab pada lokasi tertentu selalu dalam jumlah yang cukup. Keunggulan
air tanah jika dibandingkan dengan air permukaan antara lain:
-
Beberapa parameter kualitas air pada
umunya dalam kisaran (tingkatan) yang optimal
-
Lebih jernih
-
Konsentrasi gas-gas beracun sangat
rendah (kalaupun ada)
-
Fe dan Mn cepat teroksidasi oleh
konsentrasi oksigen terlarut yang tinggi
-
Kandungan P lebi ih rendah
-
Alkalinitas dan kesadaran ditenutkan
oleh jenis buatan yang dilalui
-
Bebas dari limbah berbahaya dan beracun
(B3)
-
Terhindar dari terkontaminasi oleh
sampah dan mikroba
-
Bebas dari predator atau parasite
Sumber
air tawar berupa air bawah tanah (ground water) mudah mengalami penurunan baik
kuantitas maupun kualitasnya. Perubahan-perubahan yang dapat terjadi terhadap
air bawah tanah adalah penurunan muka air, intrusi air. Kontaminasi air tanah
dapat terjadi pada wilayah yang padat industri. Air tanah dapat naik
kepermukaan berupa mata air, dan tanah bergantung pada tipe batuan yang
dilaluinya, yang dapat berbeda pada setiap lokasi. Lapisan-lapisan padat yang
permeable (tembus cairan) yang terdiri dari pasir, kerikil, batu gamping
(kapur) dan basal dapat mengalirkan air dengan baik yang disebut dengan lapisan
aquifers.
SUMBER:
SUMBER:
Syamsuddin, Rajuddin. 2014. Pengelolaan Kualitas
Air. Makasar: Pijar Press
Komentar
Posting Komentar