Perekonomian dan Kemiskinan : Pengertian, Penyebab, dan Dampak


 A. PENGERTIAN INFLASI, REVALUASI, DEVISA UMUM, VALUTA ASING
      Inflasi adalah suatu keadaan dimana harga barang dan jasa secara umum mengalami kenaikan secara terus menerus atau terjadi penurunan mata uang dalam negeri, disebabkan karena tidak seimbangnya arus uang dan barang. Kenaikan harga yang sifatnya sementara tidak termasuk dalam inflasi. Pada umumnya inflasi terjadi ketika jumlah uang yang beredar di masyarakat lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Inflasi adalah gejala ekonomi yang tidak mungkin dihilangkan secara tuntas.

Revaluasi adalah suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk meningkatkan nilai mata uang dalam negeri (Rupiah) terhadap mata uang asing. Revaluasi bisa terjadi karena adanya kebijakan pemerintah untuk memperbaiki perekonomian. Dengan kata lain, ada intervensi yang dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga nilai mata uang dalam negeri tetap stabil.

Devisa Umum adalah devisa yang berasal dari sumber lain (selain kredit) ialah seperti ekspor, penyelenggaraan jasa serta juga penerimaan bunga modal.

Valuta asing adalah mata uang yang diakui, digunakan, dipakai, dan juga diterima sebagai alat pembayaran dalam perdagangan internasional. Valuta asing yang banyak dipakai biasanya merupakan mata uang suatu negara yang memiliki peranan ataupun kendali yang cukup besar dalam sistem perekonomian di seluruh dunia. Di seluruh dunia sendiri, valuta asing yang paling banyak digunakan adalah Dollar.

      B.   INFLASI MENYEBABKAN KERUGIAN
Inflasi memiliki dampak positif maupun negatif. Inflasi menyebabkan nilai uang menjadi turun dibandingkan barang atau jasa, karena penghasilan yang tetap itu membuat mereka mendapatkan barang dan jasa lebih sedikit dari biasanya. Kondisi ini merugikan masyarakat yang memiliki pendapatan tetap setiap tahunnya. Itulah sebabnya dalam perhitungan upah minimum, seringkali memasukan pertimbangan ini. Beberapa perusahaan sudah menerapkan kebijakan penyesuaian atau kenaikan gaji sesuai kemerosotan nilai uang setiap tahunnya. Namun, banyak perusahaan yang belum menetapkan kebijakan tersebut. 
Inflasi sekecil apa pun seringkali menimbulkan permasalahan. Oleh sebab itu, peranan pemerintah untuk mengintervensi kebijakan baik menyediakan kebutuhan barang masyarakat maupun memeratakan hingga ke pelosok negeri masih perlu ditingkatkan. Namun, kita sebagai bagian dari masyarakat juga perlu mengawasi serta mengevaluasi. Hal itu karena Indonesia memegang pancasila sebagai landasan negara. Dalam hal ini menyangkut sila kedua, yaitu “Kemanusiaan yang adil dan beradap.”
Selain itu Inflasi bisa juga menguntungkan bagi peminjam, karena saat pembayaran kepada pemberi pinjaman, nilai uang menjadi lebih rendah dibandingkan saat meminjam. Inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi. Hal itu akan menyulitkan pelaku usaha untuk melakukan investasi dan produksi. Sementara terhadap masyarakat, kemerosotan nilai uang yang tidak terkendali dapat menyebabkan angka kemiskinan meningkat dan pengangguran bertamah. kemerosotan nilai uang yang ringan cenderung memberikan dampak positif karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memicu masyarakat untuk berinvestasi.

C. 5 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI DALAM PEREKONOMIAN SUATU NEGARA
1.      Suku Bunga
Suku bunga merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.
2.      Pendapatan nasional per kapita untuk tingkat negara (nasional) dan PDRB per kapita untuk tingkat propinsi dan Kabupaten atau Kota
Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat suatu negara atau daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional per kapita atau PDRB per kapita) maka akan makin menarik negara atau daerah tersebut untuk berinvestasi.
3.      Kondisi sarana dan prasarana
Prasarana dan sarana pendukung tersebut meliputi sarana dan prasarana transportasi, komunikasi, utilitas, pembuangan limbah dan lain-lain. Sarana dan prasarana transportasi contohnya antara lain: jalan, terminal, pelabuhan, bandar udara dan lainlain. Sarana dan prasrana telekomunikasi contohnya: jaringan telepon kabel maupun nirkabel, jaringan internet, prasarana dan sarana pos. Sedangkan contoh dari utilitas adalah tersedianya air bersih, listrik dan lain-lain.
4.      Birokrasi perijinan
Birokrasi perijinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi investasi karena birokrasi yang panjang memperbesar biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang akan memperbesar biaya bagi pengusaha karena akan memperpanjang waktu berurusan dengan aparat. Padahal bagi pengusaha, waktu adalah uang. Kemungkinan yang lain, birokrasi yang panjang membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk menarik suap dari para pengusaha dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.
5.      Kualitas sumberdaya manusia
Manusia yang berkualitas akhir-akhir ini merupakan daya tarik investasi yang cukup penting. Sebabnya adalah tekhnologi yang dipakai oleh para pengusaha makin lama makin modern. Tekhnologi modern tersebut menuntut ketrampilan lebih dari tenaga kerja.

     D.    PENGERTIAN KEMISKINAN DAN GARIS KEMISKINAN
Kemiskinan adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti pangan, sandang, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan yang layak.
Secara kuantitatif, kemiskinan merupakan suatu keadaan dimana taraf hidup manusia serba kekurangan atau “tidak memiliki harta beda. Sedangkan secara kualitatif, pengertian kemiskinan adalah keadaan hidup manusia yang tidak layak.
Garis kemiskinan atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara. Dalam praktiknya, pemahaman resmi atau umum masyarakat mengenai garis kemiskinan (dan juga definisi kemiskinan) lebih tinggi di Negara maju daripada di Negara berkembang.
Hampir setiap masyarakat memiliki rakyat yang hidup dalam kemiskinan. Garis kemiskinan berguna sebagai perangkat ekonomi yang dapat digunakan untuk mengukur rakyat miskin dan mempertimbangkan pembaharuan sosio-ekonomi, misalnya seperti program peningkatan kesejahteraan dan asuransi pengangguran untuk menanggulangi kemiskinan.

   E. 5 PENYEBAB DAN DAMPAK KEMISKINAN DI INDONESIA
Faktor penyebab kemiskinan :
1.      Laju pertumbuhan penduduk
2.      Angka pengangguran tinggi
3.      Tingkat pendidikan yang rendah
4.      Bencana alam
5.      Distribusi yang tidak merata
Dampak kemiskinan:
1.      Kriminalitas meningkat
2.      Angka kematian yang tinggi
3.      Akses pendidikan tertutup
4.      Pengangguran semakin banyak
5.      Munculnya konflik di masyarakat

  



DAFTAR PUSTAKA:
https://id.wikipedia.org/wiki/Garis_kemiskinan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) di Indonesia

Para Pengguna Informasi Akuntansi

Soal dan Jawaban Pengujian Hipotesis