PERDAGANGAN INTERNASIONAL
A.
PENGERTIAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL DAN PEMASARAN INTERNASIONAL
Perdagangan
Internasional
adalah perdagangan dalam bentuk jual-beli barang maupun jasa yang dilakukan
oleh penduduk suatu Negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan
bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu
dengan individu, antara individu dengan pemerintah suatunegara atau pemerintah
suatu negara dengan pemerintah negara lain. Kerjasama
internasional di bidang perdagangan bukanlah hal yang baru saja dimulai, namun
sudah ada sejak abad pertengahan. Kegiatan pertukaran antarnegara ini
terdiri atas kegiatan penjualan barang
keluar negri atau Negara lain, disebut “ekspor’, dan kegiatan membeli atau
mendatangkan barang dari luar negri atau Negara lain ke dalam negri, disebut
“impor”.
Pemasaran
Internasional adalah kegiatan pemasaran yang melewati
batas-batas lebih dari satu Negara. Pemasaran internasional merupakan penerapan
konsep, prinsip, aktivitas, dan proses manajemen pemasaran dalam rangka
penyaluran ide, barang atau jasa perusahaan kepada konsumen di berbagai Negara.
Pemasaran internasional dikenal juga sebagai pemasaran ekspor, adalah usaha-usaha
yang dilakukan oleh suatu Negara atau suatu perusahaan, untuk dapat memasarkan
produknya ke Negara-negara lain.
B. BENTUK-BENTUK HAMBATAN YANG TERJADI DALAM
PERDAGANGAN ANTAR NEGARA (PERDAGANGAN INTERNASIONAL)
a) Hambatan
Tarif
Tarif
adalah hambatan perdagangan berupa penetapan pajak atas barang-barang impor.
Apabila suatu barang impor dikenakan tarif, maka harga jual barang tersebut di
dalam negeri menjadi mahal. Hal ini menyebabkan masyarakat enggan untuk membeli
barang tersebut, sehingga barang-barang hasil produksi dalam negeri lebih
banyak dinikmati oleh masyarakat.
b) Hambatan Quota
Kuota adalah bentuk hambatan
perdagangan yang menentukan jumlah maksimum suatu jenis barang yang dapat
diimpor dalam suatu periode tertentu. Sama halnya tarif, pengaruh
diberlakukannya kuota mengakibatkan harga-harga barang impor menjadi tinggi
karena jumlah barangnya terbatas. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya
pembatasan jumlah barang impor sehingga menyebabkan biaya rata-rata untuk
masing-masing barang meningkat. Dengan demikian, diberlakukannya kuota dapat
melindungi barang-barang dalam negeri dari persaingan barang luar negeri.
c) Hambatan Dumping
Dumping merupakan salah satu bentuk
hambatan perdagangan yang bersifat non tarif, berupa diskriminasi harga. Masalah Dumping merupakan substansi dibidang rules making yang akan
semakin penting bagi Negara berkembang yang akan meningkatkan ekspor non migas
terutama dibidang manufaktur. Perbuatan melakukan praktek dumping dianggap
sebagai perbuatan yang tidak fair. Dikarenakan hal tersebut menimbulkan
perdagangan yang tidak fair, kerena bagi Negara pengimpor, perdagangan dengan
motif dumping akan menimbulkan kerugian bagi dunia usaha atau industry barang
sejenis dalam negeri, dengan terjadinya
banjir barang-barang dari pengekspor yang harganya jauh lebih mudah dari pada
barang-barang dalam negeri akan mengakibatkan barang sejenis akan kalah saing.
d) Hambatan Embargo
Embargo perdagangan adalah larangan
perdagangan dengan negara lain atau 1kelompok negara. Pembatasan ini dapat di
ekspor dan / atau impor, dan dapat menjadi larangan total perdagangan atau
terbatas pada produk tertentu. Embargo dapat dinyatakan baik oleh satu negara,
atau oleh sekelompok negara terhadap negara tertentu untuk mengisolasi itu,
pemerintah dan tekanan yang menyebabkan itu untuk membalik kebijakan tertentu.
Kadang-kadang embargo yang diterapkan Negara terhadap perilaku yang telah
dikutuk oleh masyarakat internasional.
Banyak alasan yang mendorong pemerintah menerapkan kebijaksanaan hambatan
perdagangan, diantaranya adalah :
- Tarif dan quota disamping untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor luar negeri, dipergunakan untuk lebih menyeimbangkan keadaan neraca pembayaran yang masih defisit. Dengan dikenakannya tarif atau quota pengeluaran untuk membeli komoditi impor menjadi berkurang sehingga dapat mengurangi pos pengeluaran dalam neraca pembayaran.
- Tarif dan Quota juga diterapkan untuk melindungi industri dalam negeri yang masih dalam taraf berkembang, dari serangan komoditi-komoditi asing yang telah lebih dahulu “dewasa”. Hal ini perlu dilakukan mengingat seringkali di negara berkembang (seperti Indonesia misalnya) masih banyak industri yang masih belum dapat berproduksi secara efisien sehingga produk yang dihasilkan belum dapat bersaing dengan produk sejenis yang berasal dari luar negeri. Dapat juga kebijaksanaan ini diterapkan jika suatu negara tidak memiliki persediaan devisa yang cukup untuk melakukan impor sehingga pemerintah harus menghemat devisa tersebut
- Tarif dan Quota juga diterapkan untuk mempertahankan tingkat kemakmuran yang telah dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat suatu negara. Berkembangnya industri di dalam negeri memberi dampak positif bagi banyak pihak, seperti produsen, karyawannya, termasuk konsumen. Dengan hadirnya produk sejenis luar negeri dikhawatirkan akan merusak kondisi tersebut karena dalam jangka waktu tertentu industri dalam negeri akan menghadapi persaingan yang semakin berat sehingga dimungkinkan terjadi kemunduran perusahaan, yang berarti kemunduran kemakmuran pihak-pihak yang terkait
- Adapun dumping jika terpaksa ditempuh (sering kemudian menjadi masalah antar negara) digunakan untuk memacu perkembangan ekspor lewat kenaikkan permintaan dikarenakan harga yang murah tersebut. Meskipun dalam jangka pendek industri dalam negeri (pengekspor) akan rugi dengan menetapkan harga di bawah harga sesungguhnya, namun dalam jangka panjang diharapkan dapat tertutupi dengan peningkatan penjualan yang sangat besar.
D.
ALASAN PERTUMBUHAN PENDUDUK MENJADI SALAH SATU
PERMASALAHAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI NEGARA SEDANG BERKEMBANG
Pada umumnya di
Negara yang sedang berkembang perkembangan penduduk sangat tinggi tingkat
kecepatan perkembangannya dan besar jumlahnya. Pertumbuhan penduduk ini
memberikan dampak yang menghambat pembangunan ekonomi karena kondisi yang
berlaku sangatlah berbeda dengan kondisi pada negara maju. Modal-modal di
negara ini juga kurang, sedangkan buruhnya melimpah. Pertumbuhan penduduk yang
cepat juga memperberat tekanan pada lahan dan mengakibatkan pengangguran. Belum
lagi masalah penyediaan pangan yang sangat banyak. Bahkan kebutuhan untuk
menyediakan prasarana kepada rakyat cenderung mengalihkan pengeluaran negara
dari aktiva produktif. Penduduk yang meningkat dengan cepat menyebabkan
permintaan akan sandang, pangan dan papan dan sebagainya menjadi meningkat.
E. PERTUMBUHAN
EKONOMI DAN SIFAT-SIFAT BESERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Pertumbuhan
Ekonomi adalah sebuah kondisi dimana meningkatnya pendapatan karena
terjadi peningkatan produksi barang dan jasa. Peningkatan pendapatan tersebut
tidak dikaitkan dengan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk, dan dapat kita
lihat dari output yang meningkat, perkembangan teknologi, dan berbagai inovasi
di bidang sosial.
Pertumbuhan
Ekonomi juga dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan perekonomian negara
dalam jangka waktu tertentu untuk menuju kondisi ekonomi yang lebih baik.
Pertumbuhan ekonomi identik dengan kenaikan kapasitas produksi yang diwujudkan
melalui kenaikan pendapatan nasional.
Sifat-Sifat
Pertumbuhan Ekonomi:
1. Suatu
proses
Pembangunan
ekonomi merupakan suatu proses, artinya pembangunan ekonomi itu berlangsung
berlangsung secara terus-menerus bukan merupakan kegiatan yang sifatnya
insidental (tidak sengaja).
2. Usaha
untuk meningkatkan pendapatan perkapita
Dikatakan
terjadi pembangunan ekonomi jika terjadi kenaikan dalam hal pendapatan per
kapita, karena kenaikan pendapatan kenaikan per kapita itu merupakan
cerminan terjadinya kesejahteraan ekonomi masyarakat.
3. Kenaikan
pendapatan per kapita berlangsung dalam jangka panjang
Pendapatan
per kapita secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun. Namun, hal tersebut
bukan berarti bahwa pendaptan per kapita harus mengalami kenaikan secara
terus-menerus, tetapi pada suatu waktu tertentu dapat turun, namun turunnya
tidak terlalu besar.
4. Kenaikan
pendapatan per kapita diikuti dengan terjadinya perubahan teknologi atau kelembagaan.
Dikatakan
terjadi pembangunan ekonomi bukan saja berarti peningkatan pendapatan per
kapita, namun kenaikan pendapatan per kapita juga harus diikuti dengan
terjadinya perubahan teknologi. Misalnya di sektor pertanian, yang dulunya
pengolahan lahan dengan menggunakan tenaga hewan, sekarang berganti meggunkan
traktor.
Faktor-faktor
pertumbuhan ekonomi:
1. Sumber
Daya Manusia
Sumber Daya
Manusia adalah salah satu indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara. Faktor
SDM dapat mempercepat atau justru memperlambat proses pertumbuhan ekonomi.
2. Sumber
Daya Alam
Sumber daya
alam ialah segala sesuatu yang disediakan oleh alam, seperti tanah, iklim,
hasil hutan, hasil tambang, dan lain-lain yang bisa dimanfaatkan oleh
manusia dalam usahanya mencapai kemakmuran. Sumber daya alam akan bisa
mempermudah usaha untuk membangun perekonomian suatu negara.
3. Kemajuan
IPTEK
Suatu negara
dikatakan maju dalam ekonomi ketika mengalami peningkatan dalam penggunaan ilmu
pengetahuan dan teknologinya. Tak terkecuali pada suatu perusahaan yang
mengedepankan teknologi untuk menghasilkan suatu barang dan jasa yang lebih
efisien.
Penggunaan
teknologi yang sudah maju mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut mampu
menghasilkan produk lebih cepat dan efisien. Teknologi dalam hal peralatan
produksi yang digunakan dapat membantu meminimalisir serapan tenaga kerja
sehingga anggaran untuk pegawai dapat dipangkas dan digunakan untuk keperluan
lain.
4. Tingkat
Inflasi
Inflasi juga
merupakan salah satu gejala yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Inflasi
adalah kejadian dimana laju peredaran rupiah tak terkendali. Meningkatnya harga-harga berpengaruh terhadap
produktifitas bahan baku karena menyebabkan peningkatan biaya operasi
perusahaan untuk pemasokan bahan baku. Tidak hanya itu, adanya inflasi akan
mempengaruhi gaji pegawai suatu perusahaan.
5. Tingkat
Suku Bunga
Perkembangan
ekonomi mempengaruhi tingkat suku bunga suatu negara. Pertumbuhan ini cenderung
membuat tingkat suku bunga mengalami kenaikan karena adanya peningkatan
pendapatan masyarakat. Suku bunga yang tinggi berpengaruh buruk terhadap bisnis
atau perusahaan yang umumnya menggunakan modal pinjaman untuk meningkatkan
kualitas perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA:
https://www.maxmanroe.com/vid/bisnis/pertumbuhan-ekonomi.html

Komentar
Posting Komentar