STRUKTUR EKONOMI DAN PEMBANGUNAN


  A.     Kelebihan dan Kekurangan Sektor Pertanian, Industri dan Jasa

SEKTOR
KELEBIHAN
KEKURANGAN
Pertanian
·   Memiliki elastisitas permintaan yang rendah, artinya harga berubah berapapun orang akan tetep membeli produk pertanian.
·   Terciptanya kestabilan ekonomi Indonesia dengan adanya REPELITA, yaitu Rencana Pembangunan Lima Tahun yang menjadi kebijakan dari Presiden Soeharto pada masa Orde Barru untuk meningkatkan pembangunan Indonesia dari segi apa saja, tetapi lebih diutamakan pada pembangunan sektor pertanian.
·   Berkembangnya kemampuan petani dalam hal pengolahan lahan maupun produksi bahan pangan menjadi lebih modern.
·   Terjadinya peningkatan produksi hasil pertanian yang menjadikan Indonesia berhasil bangkit dari masalah kebutuhan pangan dengan menciptakan swasembada pangan.
·   Memberikan sumbangan terhadap pendapatan nasional sehingga devisa negara akan bertambah.
·   Menyediakan lapangan pekerjaan
·   Produksi nya konstan, sangat sulit ditingkatkan dan memiliki investasi yang mahal.
·   Kurangnya pengetahuan dalam cara-cara bertani yang baik dan keterbatasan pengetahian tentang bibit-bibit unggul serta pupuk-pupuk yang diperlukan  tanaman.
·   Timbulnya kesulitan untuk mengatasi dampak dari kemajuan pengolahan tanaman yang lebih modern
·   Petani menjadi tertinggal kerena kurangnya penyuluhan pertanian kepada para petani.
·   Terjadi keterbelakangan subsektor selain pangan dikarenakan pemerintah lebih mengutamakan kemajuan dalam produksi tanaman pangan


Industri
·   Akan memunculkan potensi yang dimiliki tiap-tiap daerah. Adanya pembangunan di enam koridor ekonomi akan menggali potensi-potensi yang dimiliki tiap-tiap koridor tersebut dan akan memaksimalkannya.
·   Memperluas pertumbuhan dengan menghubungkan daerah tertinggal dengan pusat pertumbuhan dengan adanya pembangunan di enam koridor akan memperluas proses pertumbuhan di berbagai daerah.
·   Menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur & pelayanan dasar dalam menyebarkan manfaat pembangunan secara luas.
·   Memperluas lapangan kerja.
·   Meningkatkan pendapatan daerah yang berujung pula pada  meningkatnya pendapatan nasional.
·   Dapat mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam. Dengan adanya pemaksimalan potensi di tiap-tiap wilayah maka yang akan terjadi adalah pemanfaatan sumber daya alam secara besar-besaran yang dalam artian bahwa akan terjadi eksploitasi alam karena tiap wilayah berlomba-lomba untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari potensi yang dimiliki.
·   Kalahnya investor domestik dengan inverstor asing. Tidak menutup kemungkinan bahwa pembangunan di enam koridor ini akan mendatangkan investor-investor asing. Kita tahu bahwa sumber daya manusia yang di miliki indonesia masih agak kurang memadai untuk berdiri sendiri mengelola potensi-potensi alamnya.
Jasa
·   Dapat meraih keuntungan tinggi dengan frekuensi aktivitas yang lebih sering.
·   Dengan adanya sektor jasa,maka akan menambah pendapatan negara dan juga akan mengurangi   masalah pengangguran di Indonesia.
·   Tidak perlu alat angkut untuk mengirim barang kepada konsumen.


·   Pada pasar persaingan sempurna, tiap orang akan berkompetisi untuk menurunkan harga serendah mungkin, hal ini karena elastisitas permintaan yang tinggi, atau saat harga berubah sedikit maka permintaan akan berubah drastic.
·   Jasa yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan (diretur).
·   Kualitas jasa dapat diketahui setelah konsumen membeli jasa.

     B.     Pembangunan tanpa perubahan struktur ekonomi tidak dapat terjadi karena dengan adanya struktur ekonomi lah dapat terjadinya pembangunan ekonomi agar mengarah menjadi lebih baik lagi. Struktur ekonomi yang utama itu ada 3, yaitu pertanian, industri dan jasa. Jika suatu negara memiliki sumber daya alam yang melimpah maka negara tersebut pasti akan menitikberatkan struktur ekonominya ada sektor pertanian. Namun jika negara tersebut terus menerus fokus pada sektor pertanian maka tidak akan adanya kemajuan dalam bidang lainnya. Sekarang ini pembangunan ekonomi sangat membutuhkan teknologi. Perkembangan teknologi yang sangat pesat, membawa efek maju dalam perkembangan Negara tersebut dikarenakan teknologi yang semakin mempermudah perkerjaan sehingga merubah pola pikir masyarakat yang akan berdampak positif untuk wawasan ketenagakerjaan. Dampak tersebut merupakan perubahan struktur ekonomi dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang berdaampingan dngan pembangunan ekonomi suatu Negara. Jika pembangunan ekonomi tersebut berhasil maka pertumbuhan ekonominya pun dapat berkembang dengan baik. 

     C.     Terjadi Perubahan Struktur Ekonomi dalam Proses Pembangunan
Perubahan struktur ekonomi dalam proses pembangunan terjadi karena adanya keinginan suatu negara untuk membangun negaranya agar tumbuh menjadi lebih baik lagi. Pembangunan ekonomi harus berkembang ke arah yang lebih baik lagi karena:
1.      Adanya Hukum Engels.
Sifat manusia dalam kegiatan konsumsinya, yaitua pabila pendapatan naik, elastisitas permintaan yang di akibatkan oleh perubahan pendapatan (income elastcity of demand) adalah rendah atas konsumsi bahan-bahan makanan. Sedangakan permintaan terhadap bahan-bahan pakaian, perumahan, dan barang-barang konsumsi hasil industri keadaannya adalh sebaliknya.
2.      Adanya perubahan teknologi yang terus menerus berlangsung.
Perubahan teknologi yang terjadi dalam proses pembangunan akan menimbulkan struktur produksi yang bersifat compulsory dan inducive.
Compulsory: sebagai akibat teknologi yang digunakan terus-menerus akan mempertinggi produktivitas kegiatan ekonomi dan memperluas pasar serta kegiatan perdagangan.
Inducive: kemajuan menciptakan produk industri baru yang menambah pilihan alternatif terhadap barang-barang industri yang dikonsumsi atau dengan teknologi menimbulkan sektor industri banyak menawarkan diversifikasi produk industri, seperti memberikan pilihan apakah mengunakan tenaga kerja manusia atau robot ciptaan manusia.
3.      Adanya comparative advantage.
Pada produk-produk sektor pertanian bagi negara-negara berkembang, sedangkan negara-negara yang sudah maju memiliki competitiveadvantage pada produk-produk sektor industri.

     D.    Pembangunan yang Hanya Mengejar Pertumbuhan Tidak Akan Menghiraukan Kelestarian Lingkungan
Pembangunan yang tidak menghiraukan kelestarian itu sangatlah tidak baik dan tidak bagus untuk dicontoh. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah tentunya harus dijaga dengan baik bukan malah merusaknya. Tumbuhnya pabrik-pabrik lokal maupun asing di Indonesia juga berdampak pada bertambahnya lapangan pekerjaan sehingga pertumbuhan ekonomipun otomatis juga akan meningkat. Tapi yang mengecewakan ketika beberapa pabrik-pabrik tersebut tidak menghiraukan kelestarian lingkungan alam dengan membuang limbah cair ke sungai tanpa proses pengelolaan limbah yang berwawasan lingkungan. Hal ini akan merugikan manusia dan juga ekosistem di sekitar lingkungan tersebut. Seharusnya pabrik seperti itu dipindahkan ke dalam kawasan industri agar tidak merusak lingkungan. Jika pembangunan diiringi dengan kelestarian lingkungan maka pembangunan ekonomi bisa saja mengarah ke pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.
Salah satu hal yang diupayakan pemerintah dalam mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan cara memusatkan pabrik-pabrik dalam satu kawasan yang disebut kawasan industri. Di Indonesia ada banyak kawasan industri, misalnya kawasan industri gresik, kawasan industri rungkut dan masih banyak lagi. Langkah ini dirasa efektif dalam mengurangi kerusakan lingkungan alam karena industri-industri besar dipusatkan dalam satu wilayah dan otomatis polusi yang dihasilkan tidak akan menyebar samppai permukiman penduduk. Biasanya suatu kawasan industri dilengkapi oleh sistem pengolah limbah, jadi dengan adanya sistem tersebut dampak negatif tersebut bisa diminimalkan.



Daftar Pustaka:




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) di Indonesia

Para Pengguna Informasi Akuntansi

Soal dan Jawaban Pengujian Hipotesis