Pengertian Waralaba/Franchise, Pasar, Harga, Marketing Mix
A. Pengertian Waralaba/Franchise, Pasar, Harga, Marketing Mix
Waralaba (bahasa inggris: franchising, bahasa perancis: franchise yang aslinya berarti hak atau kebebasan) adalah
hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan.
Sedangkan menurut
versi pemerintah Indonesia, waralaba adalah perikatan yang salah satu pihaknya
diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau
pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan
berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka
penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.
Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba ialah:
Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan
akhir dengan pengwaralaba (franchisor) yang memberikan hak kepada individu
atau perusahaan untuk
melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang
telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
Pasar atau Market merupakan sebuah
tempat bertemunya pembeli dengan penjual guna melakukan transaksi ekonomi yaitu
untuk menjual atau membeli suatu barang dan jasa atau sumber daya ekonomi dan
berbagai faktor produksi yang lainnya. Pada umumnya, pengertian pasar tidak
menunjuk ke sebuah lokasi ataupun tempat-tempat tertentu, hal ini karena pasar
tidak memiliki batas geografis. Adanya sistem jaringan komunikasi modern dapat
meniadakan hambatan atau batasan-batasan geografis, sehingga dapat memungkinkan
penjual dan pembeli bertransaksi tanpa harus saling melihat wajah satu sama lain.
Harga adalah suatu nilai
tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang lain
untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang atau
kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu. Istilah harga digunakan untuk
memberikan nilai finansial pada suatu produk barang atau jasa. Biasanya
penggunaan kata harga berupa digit nominal besaran angka terhadap nilai
tukar mata uang yang menunjukkan tinggi rendahnya nilai suatu kualitas barang
atau jasa. Dalam ilmu ekonomi harga dapat dikaitkan dengan nilai jual atau beli
suatu produk barang atau jasa sekaligus sebagai variabel yang
menentukan komparasi produk atau
barang sejenis.
Marketing Mix adalah salah satu strategi pemasaran yang menggabungkan
elemen-elemen di dalam marketing mix itu sendiri yang kita jalankan secara
terpadu. Sama halnya dengan beberapa teknik-teknik atau strategi marketing yang
lain. Setiap strategi tentunya tidak dapat berjalan tanpa dukungan dari elemen
lain (namun ada juga beberapa strategi yang bisa berjalan tanpa elemen lain).
B.
Harga Dapat Memberikan Dorongan Bagi Pengusaha Untuk Membuat
Barang
Harga dapat memberikan dorongan bagi pengusaha karena dari
sudut pandang produsen harga merupakan komponen yang berpengaruh
langsung terhadap laba perusahaan dalam artian merupakan pendapatan. Penetapan
harga telah memiliki fungsi yang sangat luas di dalam program pemasaran.
Menetapkan harga berarti bagaimana mempertautkan produk kita dengan aspirasi
sasaran pasar, yang berarti pula harus mempelajari kebutuhan, keinginan, dan
harapan konsumen. Berbicara harga berarti bicara tentang citra kualitas dan
seberapa tinggi ekslusifitasnya. Tinggi rendahnya harga sangat berpengaruh
terhadap persepsi kualitas, sehingga ikut menentukan citra terhadap sebuah
merek atau produk. Penetapan harga juga berbicara mengenai variasi produk. Jika
produknya bervariasi tetapi ditetapkan dengan harga yang samamaka persepsi yang
muncul adalah kesamaan kualitas sebagai cerminan variasi produk secara
horizontal. Jadi produsen perlu menggunakan pendekatan harga yang strategis
agar dapat dapat mendukung pula tujuan bisnis secara keseluruhan.
C.
Pengaruh Harga Bagi Konsumen Dalam Menetapkan Keputusan
Pembelian Konsumen
Dari sudut pandang konsumen harga sering kali digunakan sebagai indicator nilai
bila mana harga tersebut dihubungkan dengan manfaat yang dirasakan atas suatu
produk atau dalam arti kata harga merupakan pengorbanan bagi konsumen dalam
mendapatkan suatu produk. Proses pengambilan keputusan dalam pembelian
produk barang dan jasa sangat dipengaruhi oleh perilaku konsumen itu sendiri.
Dalam keputusan pembelian/membeli barang, konsumen ada lebih dari dua pihak yang terlibat dalam proses pertukaran atau pembeliannya. Kegiatan keputusan pembelian meliputi: pilihan akan produk, merek, pemasok, penentuan saat pembelian, jumlah pembelian. Umumnya ada lima macam peranan yang dapat dilakukan seseorang. Ada kalahnya kelima peran ini dipegan satu orang, namun sering kali pula peranan tersebut dilakukan beberapa orang. Pemahaman mengenai masing-masing peranan ini sangat berguna dalam rangka memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Dalam keputusan pembelian/membeli barang, konsumen ada lebih dari dua pihak yang terlibat dalam proses pertukaran atau pembeliannya. Kegiatan keputusan pembelian meliputi: pilihan akan produk, merek, pemasok, penentuan saat pembelian, jumlah pembelian. Umumnya ada lima macam peranan yang dapat dilakukan seseorang. Ada kalahnya kelima peran ini dipegan satu orang, namun sering kali pula peranan tersebut dilakukan beberapa orang. Pemahaman mengenai masing-masing peranan ini sangat berguna dalam rangka memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.
D.
Contoh Franchise Lokal dan Asing
Franchise lokal :
·
Kebab Turki Baba Rafi
·
Es Teler 77
·
Pecel Lele Lela
·
Ayam Bakar Mas Mono
·
J.Co Donuts & Coffee
·
Bumbu Desa
Franchise asing :
·
Mcdonald’s
·
Kentucky Fried Chicken (KFC)
·
Burger King
·
Subway
·
Pizza Hut
·
Marriot International
·
Hilton Hotels & Resort
·
Carrefour
Sumber
:
Komentar
Posting Komentar